Perpustakaan Emil Salim

Sekertariat Jenderal
Pusat Data dan Informasi
Bidang Pengelolaan Informasi

Perpustakaan

SEDIMENTASI TAMBANG PICU BANJIR

SEDIMENTASI TAMBANG PICU BANJIR

SEDIMENTASI TAMBANG PICU BANJIR

BANGKA Belitung (Babel) merupakan provinsi yang kaya akan hasil penambang pasir timah. Namun, dampak dari penambangan tersebut ternyata juga jadi penyebab dari banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Babel.

Hal itu diakui Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung Mikron Antariksa yang menyebut limbah tambang yang terbawa arus air itu mengakibatkan sedimentasi sehingga sungai ataupun saluran air tidak mampu menampung debit dan meluap hingga menyebabkan banjir.

“Di hulunya ada tambang, limbah tambang ini mengalir dan mengendap menjadi sedimentasi, ini yang menyebabkan banjir,” kata Mikron, Rabu (13/6).

Ia mencontohkan seperti banjir di Pangkalpinang, Belitung Timur, Belitung, dan Muntok Bangka Barat. Di empat daerah ini banjir disebabkan sungai tidak mampu menahan debit air karena sudah terjadi pendangkalan akibat sedimentasi tambang.

“Lihat saja di Sungai Rangkui hingga Sungai Baturusa banyak aktivitas tambang dan bahkan banyak sungai yang sudah menjadi daratan baru karena limbah tambang yang menumpuk,” ucap Mikron.

Bencana banjir di beberapa daerah juga ditengarai karena perencanaan pembangunan yang belum berpihak kepada rakyat dan lingkungan. Kabupaten Tanah Bumbu merupakan wilayah terparah dilanda bencana banjir di Kalimantan Selatan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.

“Sejak lama kami katakan Kalsel darurat ruang dan bencana ekologis. Seharusnya Pemda mengambil langkah strategis untuk mengatasi ancaman bencana tersebut,” tutur Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, Rabu (13/6).

Banjir yang diikuti tanah longsor kemarin menerjang sejumlah daerah di Sumatra Barat. Satu orang dinyatakan meninggal dunia, beberapa orang­ ­­luka-luka, dan beberapa rumah rusak. (RF/DY/YH/YK/LD/MY/N-1)

BANGKA Belitung (Babel) merupakan provinsi yang kaya akan hasil penambang pasir timah. Namun, dampak dari penambangan tersebut ternyata juga jadi penyebab dari banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Babel.

Hal itu diakui Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung Mikron Antariksa yang menyebut limbah tambang yang terbawa arus air itu mengakibatkan sedimentasi sehingga sungai ataupun saluran air tidak mampu menampung debit dan meluap hingga menyebabkan banjir.

“Di hulunya ada tambang, limbah tambang ini mengalir dan mengendap menjadi sedimentasi, ini yang menyebabkan banjir,” kata Mikron, Rabu (13/6).

Ia mencontohkan seperti banjir di Pangkalpinang, Belitung Timur, Belitung, dan Muntok Bangka Barat. Di empat daerah ini banjir disebabkan sungai tidak mampu menahan debit air karena sudah terjadi pendangkalan akibat sedimentasi tambang.

“Lihat saja di Sungai Rangkui hingga Sungai Baturusa banyak aktivitas tambang dan bahkan banyak sungai yang sudah menjadi daratan baru karena limbah tambang yang menumpuk,” ucap Mikron.

Bencana banjir di beberapa daerah juga ditengarai karena perencanaan pembangunan yang belum berpihak kepada rakyat dan lingkungan. Kabupaten Tanah Bumbu merupakan wilayah terparah dilanda bencana banjir di Kalimantan Selatan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.

“Sejak lama kami katakan Kalsel darurat ruang dan bencana ekologis. Seharusnya Pemda mengambil langkah strategis untuk mengatasi ancaman bencana tersebut,” tutur Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, Rabu (13/6).

Banjir yang diikuti tanah longsor kemarin menerjang sejumlah daerah di Sumatra Barat. Satu orang dinyatakan meninggal dunia, beberapa orang­ ­­luka-luka, dan beberapa rumah rusak. (RF/DY/YH/YK/LD/MY/N-1)........... SUMBER INFORMASI, MEDIA INDONESIA, KAMIS 13 JUNI 2019, HALAMAN 9

Copyright © Perpustakaan Emil Salim 2018